You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
1.874 Warga di Jakbar Telah Dibina Kewirausahaan Program OK OCE
photo Folmer - Beritajakarta.id

1.874 Warga Jakarta Barat Ikuti Pembinaan Kewirausahaan

Suku Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Sudin KUKMP) Jakarta Barat mencatat, hingga 23 Maret ini sudah 1.847 warga dari delapan kecamatan telah mengikuti pembinaan kewirausahaan. 

Yang telah ikut pembinaan akan diikutkan dalam bazar di tingkat kecamatan dan wali kota

Kasubag TU Sudin KUKMP Jakarta Barat, Een Herawati mengatakan, pembinaan kewirausahaan tahap pertama di sekretariat OK OCE kecamatan digelar setiap pekan hingga awal Mei nanti. 

Ini Harapan Warga Ikuti Pembinaan Kewirausahaan

"Tim pendamping di sekretariat OK OCE bersama dengan lurah, tokoh masyarakat, PKK, Ketua RT dan RW, masih mendata warga yang ingin mengikuti pembinaan kewirausahaan," ujarnya, Senin (26/3). 

Berdasarkan data, ungkap Een, warga yang telah mendaftar melalui website resmi okoce.me tercatat sudah 3.625 orang. Sedangkan yang mendaftar langsung ke kantor Sekretariat OK OCE maupun Sudin KUKMP Jakarta Barat sebanyak 5.751 warga. 

Kepala Seksi Koperasi, Sudin KUKMP Jakarta Barat, Djarot Syarifuddin menambahkan, warga yang telah mengikuti pembinaan kewirausahaan, nantinya akan dibantu soal izin usaha dan permodalan serta promosi produk.

"Yang telah ikut pembinaan akan diikutkan dalam bazar di tingkat kecamatan dan wali kota," tandasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11522 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1352 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1304 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1287 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye998 personBudhi Firmansyah Surapati